Profile

* Selamat Datang Di PNPM-MPd Kabupaten Sidoarjo Jangan Lupa Mengisi Kotak Saran Dan Komentar*
Tampilkan postingan dengan label Kecamatan Jabon. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kecamatan Jabon. Tampilkan semua postingan

Selasa, 21 Januari 2014

Perjuangan Seorang KPMD Desa Tambakkalisogo Kecamatan Jabon

Sugiono….sebuah nama yang tidak asing di dengar khususnya oleh masyarakat desa Tambakkalisogo. Ya, pak Sugiono adalah sosok lelaki yang kalem tetapi mempunyai cita dan cinta yang tinggi untuk memajukan desanya lewat PNPM Mandiri Perdesaan. Sugiono yang lebih akrab di panggil pak Gi’, lahir di Trenggalek 23 Juni 1965. Pak Gi’ menjadi kader PNPM Mandiri Perdesaan sejak tahun 2007 hingga saat ini, tepatnya sebagai Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa. Menjadi KPMD sekian lama adalah bukan hal yang mudah bagi Sugiono, karena banyak sekali hambatan serta suka cita yang dihadapi. Dan walaupun Sugiono pernah berniat mengundurkn diri menjadi KPMD, tetapi masayarakat menghendaki lain, masayarakat masih menghendaki untuk Sugiono supaya tetap menjadi KPMD Tambakkalisogo. 
Malang melintang di PNPM sejak 2007 semakin menambah ilmu mengenai kehidupan masyarakat desanya, pak Gi’ pun banyak belajar baik dari Fasilitator maupun masyarakat desa itu sendiri. Tidak segan pak Gi’ datang konsultasi maupun koordinasi serta bertanya dengan pelaku kecamatan maupun pelaku kabupaten dalam berbagai kesempatan. Pak Gi’ tanpa malu dan sungkan berdiskusi dengan FK, Fas. Kab. maupun Fas. Keu mengenai berbagai kegiatan PNPM-MPd di desanya termasuk proses perencanaan PNPM-MPd dengan tujuan desa Tambakkalisogo tetap bisa berpartisipasi dalam PNPM-MPd di kecamatan Jabon. 
Pak Gi’ dalam fasilitasi musyawarah desa
Usaha pak Gi’ bisa dikatakan tidak sia-sia selama menjadi KPMD Tambakkalisogo, karena hampir setiap tahun desa Tambakkalisogo mendapatkan bantuan dari PNPM-MPd, walaupun pak Gi’ sendiri merasa bahwa semua yang didapatkan desa Tambakkalisogo bukan merupakan usahanya, melainkan merupakan usaha dari seluruh masyarakat desa Tambakkalisogo. 
Pak Gi’ sendiri merasa dia hanyalah memfasilitasi masyarakat saja, tidak lebih, karena pak Gi’ merasa apa yang ia lakukan selama ini hanyalah bagian kecil dari usaha masyarakat dan desa untuk mendapatkan bantuan dari PNPM-MPd. 
Dalam fasilitasi baik kegiatan dusun maupun desa, pak Gi’ pun tidak hanya hanya menghadapi rintangan dari masyarakat, tetapi pak Gi’ juga menghadapi rintangan khususnya rintangan alam, karena letak rumah pak Gi’ ada di dusun Bangunsari, di mana Bangunsari terletak di utara sungai porong, sedangkan pusat desa Tambakkalisogo ada di sebelah selatan sungai porong. Butuh waktu kurang lebih 30 menit untuk fasilitasi kegiatan Musyawarah Desa.  Namun bagi pak Gi’, hal tersebut bukan merupakan halangan baginya, melainkan hal tersebut di anggap oleh pak Gi’ merupakan suatu hal untuk memicu dirinya supaya desa Tambakkalisogo bisa lebih maju dan lebih baik lagi.
Perjalanan pak Gi’ dalam memfasilitasi kegiatan desa dan koordinasi dengan pihak kecamatan memang jauh, karena pak Gi’ harus melewati sungai porong dengan menumpang perahu, atau istilah warga Tambakkalisogo adalah nambang. Dengan transportasi perahu inilah pak Gi’ selama 7 tahun baik siang maupun malam menuju pusat desa maupun kecamatan Jabon dalam rangka fasilitasi dan koordinasi mengenai kegiatan PNPM-MPd, bahkan pernah pula pak Gi’ harus rela menginap di balai desa setelah fasilitasi kegiatan malam di balai desa dikarenakan perahu yang menyeberangkan pak Gi’ ke rumahnya sudah bersandar atau tidak beroperasi.
Walaupun pada Tahun Anggaran 2013 ini desa Tambakkalisogo hanya mendapatkan bantuan pelatihan pengolahan ikan bandeng, sekali lagi hal tersebut tidak menjadikan satu kegagalan pada diri pak Gi’ dalam memfasilitasi maupun turut memajukan desanya lewat PNPM-MPd. Hal tersebut justru membuat pak Gi’ lebih semangat dalam memfasilitasi PNPM didesanya, pak Gi’ dalam prinsipnya “ bukanlah hasil sebagai tujuan akhir, tetapi manfaat dari apa yang diperoleh dari PNPM-MPd untuk desanya “. 
Dengan kondisi desa yang boleh dikatakan jauh dari pusat desa dan kecamatan pula, pak Gi’ ingin lebih giat  memfasilitasi masyarakat dan masyarakat bisa merasakan hasil dari partisipasinya, sehingga hasil pembangunan lewat PNPM-MPd bisa dirasakan bersama.
     
Pak Gi’ perbaharui papan informasi desanya
     Tidak jarang pula, pak Gi’ menginformasikan kepada masyarakat mengenai perkembangan kegiatan PNPM baik secara lisan, lewat forum resmi maupun tidak resmi serta aktif memasang papan info PNPM-MPd desa setiap bulannya dari hasil materi MAD maupun materi hasil rakor KPMD yang didapatnya dengan tujuan supaya masyarakat lebih cepat tahu berita PNPM-MPd di kecamatan Jabon maupun desa Tambakkalisogo sendiri.
Dituturkan pula oleh ibu Halimah selaku KPMD perempuan desa Tambakkalisogo, “ pak Gi’ diakui oleh masyarakat sebagai kader yang penuh kesabaran dan ulet, serta dengan caranya memfasilitasi masyarakat menjadi paham akan apa yang diinginkan dari PNPM-MPd, sehingga seolah masyarakat tidak mau apabila pak Gi’ Mengundurkan diri dari KPMD di desanya “. 

Jumat, 27 Desember 2013

“ Pelatihan Pengolahan Ikan Bandeng Desa Semambung “


       Desa Semambung, adalah salah satu desa yang ada di kecamatan Jabon, di mana di desa Semambung memang banyak tambak yang dikelola sendiri oleh masyarakat Semambung. Ikan tambak desa Semambung menghasilkan berbagai macam ikan seperti ikan mujaer, gabus, udang, keting dan bandeng.
Dengan dasar itulah, warga desa Semambung, khususnya kaum perempuan ingin meningkatkan hasil pengolahan ikan, khususnya ikan bandeng, di karenakan ikan bandeng banyak dan mudah dijumpai di desa Semambung. Bahkan kaum perempuan desa Semambung sangat sering memasak ikan bandeng untuk keperluan rumah tangga maupun pesanan berbagai kegiatan/keperluan.
       Dan walaupun kaum perempuan desa Semambung sudah terbiasa memasak ikan bandeng, tetapi mereka masih belum mengetahui sepenuhnya cara mengolah yang lebih baik ikan bandeng, serta cara mengemas ikan bandeng dengan tujuan meningkatkan ekonomi masyarakat.
Kelompok peserta pelatihan pengolahan ikan bandeng
ikuti pemaparan materi oleh tim pelatih
  Lewat PNPM Mandiri Perdesaan, kaum perempuan desa Semambung berniat meningkatkan pengetahuan/kapasitas mereka dalam mengolah ikan bandeng.

Dan setelah melalui berbagai proses tahapan, akhirnya usulan kaum perempuan desa Semambung, yaitu pelatihan pengolahan ikan bandeng sesuai dengan potemsi yang ada di desa Semambung terlaksana. 
Kepala desa Semambung pun menambhakan, “ kegiatan pelatihan ini sangat bermanfaat bagi keum perempuan desa kami, karena potensi dan kebutuhan desa Semambung tidak hanya kegiatan sarana, melainkan juga kebutuhan serta kegiatan peningkatan kapasitas kelompok perempuan seperti pelatihan pengolahan ikan bandeng hari ini, dan kegiatan pelatihan ini sudah lama di nanti oleh kelompok ibu-ibu, dan diharapkan ada hasil yang positif dengan meningkatnya ilmu serta perekonomian kelompok perempuan ini. Dan menurut Kepala desa Semambung pula, ada rencana, setelah pelatihan ini selesai, nantinya kelompok perempuan yang mengikuti pelatihan pengolahan ikan bandeng ini, akan diundang kembali ke desa untuk dilomabakan dalam kegiatan memasak di tingkat desa.“
Pada pelaksanaannya, kegiatan pelatihan pengolahan ikan bandeng di balai desa dihadiri oleh ibu-ibu dengan semangat. Dengan seksama dan serius,  bahkaan tanpa malu kaum perempuan tidak segan untuk bertanya kepada pelatih mengenai hal yang belum mereka ketahui mengenai pengolahan ikan bandeng.
Sambil praktek mengolah ikan bandeng pula, ibu-ibu saling bertukar pikiran tentang bagaimana mengolah ikan bandeng ini. Dengan iap kelompok mengolah di bagi menjadi 3 kelompok, setiap kelompok mengolah ikan bandeng menjadi 2 menu yaitu otak-otak bandeng dan bandeng presto. Mereka seolah berlomba menjadi kelompok yang terbaik.  
Dan proses pelatihan pun berangsung meriah, dari proses materi, praktek pengenalan ikan bandeng, pengulitan dan memasak dengan berbagai alat yang akhirnya proses pelatihan pengolahan ikan bandeng selesai dengan hasil ilmu pengolahan bandeng yang disertai praktek langsung mengolah ikan bandeng bisa terserap oleh kelompok ibu-ibu desa Semambung. Kaum ibu-ibu terlihat puas dalam mengikuti kegiatan pelatihan mengolah ikan bandeng.
Kelompok perempuan dalam praktek
pengolahan ikan bandeng 
Dan harapan dari peserta pelatihan pun berlanjut, harapan peserta antara lain :
 “ pelatihan tidak hanya selesai sampai pada saat hari pelatihan, pelatihan bisa berlanjut kembali, hasil kelompok pelatihan bisa dipasarkan oleh PNPM kecamatan Jabon, kegiatan pelatihan tidak hanya pada tuhun ini saja, tetapi ada lagi di tahun depan serta ada pula yang mengusulkan mereka ingin diikutkan dalam lomba-lomba pengolahan ikan bandeng dengan tujuan supaya hasil pengolahan ikan bandeng kelompok desa Semambung bisa dikenal oleh masayarakat. “
Begitu banyak harapan kaum perempuan desa semambung dari hasil pelatihan pengolahan ikan bandeng ini ditambah rencana dari Kepala desa Semambung, dengan keinginan supaya ikan bandeng bisa menjadi satu ikon dari produk desa Semambung, sehingga ada pemasukan ekonomi dari kelompok perempuan pengolah ikan bandeng yang tidak hanya menggantungkan penghasilan dari kepla keluarga, di mana kelompok perempuan peserta pelatihan pengolahan ikan bandeng ingin lebih mandiri dengan melalui PNPM Mandiri Perdesaan kecamatan Jabon.

@df.fk.jbn

Selasa, 09 Juli 2013

WONOKASIAN SAYANG …

        Wonokasian adalah satu dari duapuluh tiga desa di Kecamatan Wonoayu.  Pada awal kegiatan program di Kecamatan Wonoayu di tahun anggaran 2009, Wonokasian adalah salah satu desa terbaik dalam pengembalian angsuran.  Saat kelompok desa lain mengajukan pinjaman sebesar Rp. 1.000.000 realisasi hanya diberi Rp. 750.000 tidak demikian dengan desa Wonokasian mengajukan Rp. 1.000.000 realisasi juga diberi Rp. 1.000.000 dengan pertimbangan angsurannya yang baik dan tepat waktu. Namun sayang jika kepercayaan yang telah diberikan disalah gunakan ,Kepercayaan  yang diberikan dibalas dengan ketidaktulusan oleh sebagian kelompok SPP desa Wonokasian angsuran tak terbayar sebagaimana mestinya. 
          Dampak dari macetnya angsuran itu desa Wonokasian terkena sanksi lokal. Desa Wonokasian tidak bisa lagi menerima kucuran dana dari PNPM Mandiri Perdesaan dari tahun 2011 sampai dengan tahun ini.
 Langkah-langkah awal telah dilaksanaan oleh Tim PNPM kecamatan Wonoayu diataranya :
1. Identifikasi awal 

     UPK dengan didampingi kelembagaan mencari sumber dari akar masalah macetnya angsuran kelompok dengan mendatangi langsung setiap peminjam baik ketua kelompok ataupun anggota di rumahnya masing-masing. Dari identifikasi tersebut dapat dipisahkan mana tunggakan angsuran yang benar-benar dikarenakan pemanfaat tidak mengangsur, dana mana tunggakan yang dikarenakan penyalahgunaan dana oleh pengurus kelompok.


2. Berkoordinasi dengan pemerintah desa 
     Selalu berkoordinasi dengan pemerintah desa di setiap langkah-langkah penanganan masalah. Diharapkan dengan kearifan lokal yang dimiliki desa,

3. Berkoordinasi Dengan Camat Wonoaayu
     Langkah ini dilakukan setelah langkah kedua berkali-kali hanya menghasilkan pernyataan-pernyataan yang tak pernah direalisasi. 

4. Berkoordinasi dengan kepolisian 
   Walau langkah yang dilakukan hanya bersifat sock terapi bukan pelaporan, diharapkan dengan pemanggilan  yang dilakukan oleh Polsek Wonoayu kepada ketua ketua kelompok SPP desa Wonokasian, akan mampu menyadarkan mereka. Ada masalah yang harus diselesaikan, ada kewajiban yang harus dibayarkan. 
    Langkah ini pun akhirnya belum menghasilkan apa-apa hanya lembaran-lembaran pernyataan yang ujungnya kembali diabaikan.

5. Berkoordinasi dengan PJO Kabupaten.
     Pada bulan maret tahun 2012 dengan adanya peraturan dari Dirjen terkait dengan kecamatan potensi bermasalah maka desa wonoayu ditetapkan sebagai kecamatan potensi bermasalah, sehingga kegiatan perguliran di kecamatan wonoayu untuk sementara dihentikan. 
Tidak berputus asa Tim Penanganan Masalah dari kecamatan dan kelembagaan melakukan berbagai pendekatan, berusaha untuk segera lepas dari predikat potensi kecamatan bermasalah. Momentum Audit dari Inspektorat kabupaten pun dimanfaatkan, sehingga para pemanfaat dana SPP yang menunggak akhirnya mereka mau rutin mengangsur lagi.  Besaran jumlah dana yang telah disalahgunakan pun berkurang. 
Berkas klarifikasi tunggakan kemudian dibawa langsung oleh PJO Kabupaten ke Dirjen Pusat dengan data lampiran yang lengkap.  Hasil akhirnya patutlah disyukuri. Surat laporan tindak lanjut penanganan masalah yang dibawa langsung PJO Kabupaten ke Jakarta akhirnya mendapat jawaban yang melegakan. Wonoayu lepas dari potensi kecamatan bermasalah. 


sukses !! berhasil !! berhasil !!
Wonoayu (Juni 2013)

HASIL TAMBAK

USULAN KELOMPOK PEREMPUAN DESA TAMBAKKALISOGO DAN MDKP KHUSUS

           Tambak .......... mungkin itulah kata yang yg akan kita temui di daerah Kecamatan Jabon, khususnya desa Tambakkalisogo. Sesuai dgn nama desanya, di mana desa Tambakkalisogo sebagian besar geografisnya adalah tambak, dan tentunya sebagian mata pencaharian masyarakatnya adalah petani tambak. Mencermati hal tersebut, ada keinginan masyarakat setempat, khususnya kaum perempuan untuk memanfaatkan hasil panenan dari tambak yang ada di desanya. 
          Kaum perempuan ingin supaya hasil tambak, yang khususnya ikan bandeng dan mujaer tidak hanya dijual begitu saja seperti yg selama ini terjadi, tetapi ada pemikiran lain dari kaum perempuan yang sebagian besar mereka adalah ibu-ibu peminjam SPP PNPM-MPd. Mereka berpikiran ingin mengembangkan hasil tambak di desanya dan bisa meningkatkan perekonomian keluarga, serta bagaimana hasil tambak tersebut bisa diolah atau dimasak tidak hanya digoreng dengan menu yg seadanya, tetapi diolah dengan berbagai menu sehingga nilai jual atau nilai ekonomisnya bisa meningkat.
      Dengan dasar itulah, kelompok perempuan desa Tambakkalisogo mempunyai keinginan untuk bagaimana mengembangkan niatannya, karena selama ini sudah ada tambak beserta hasilnya atau panenannya, tetapi belum untuk cara mengolah ikan hasil tambak, sehingga akan menambah nilai ekonomis dari ikan bandeng maupun mujaer, karena selama ini mereka selalu terhambat akan informasi maupun dana pengembangannya, dan masyarakat khususnya kelompok perempuan ingin
Tambak, sebagai sumber mata pencaharian warga desa Tambakkalisogo
supaya keinginannya bisa terealisasi, karena selama ini walaupun sudah ada PNPM-MPd sejak tahun 2007, tetapi usulan kelompok perempuan belum bisa terealisasi, bahkan dalam pengajuan usulan selalu dinomer duakan, sehingga usulan selama ini lbh banyak pada usulan sarana.
       Bagai pepatah “ gayung pun bersambut “  di tahun 2013 ini, PNPM-MPd di Kecamatan Jabon memberlakukan adanya MDKP khusus sesuai juknis untuk alokasi 25 % dana SPP yg diperuntukkan   untuk kegiatan peningkatan kapasitas/pelatihan kelompok perempuan, dengan penuh semangat ibu-ibu kelompok perempuan ini mengikuti kegiatan MDKP khusus di balai desa, dan setelah melalui proses sosialisasi dan diskusi, akhirnya diusulkan, disepakati dan ditetapkan oleh kelompok perempuan, bahwa usulan peningkatan kapasitas perempuan / pelatihan kelompok perempuan yaitu usulan pelatihan pengolahan ikan bandeng dan mujaer, sesuai dengan potensi yang ada di desa Tambakkalisogo, sehingga sebagai bahan dasar nantinya adalah bersumber dari potensi desa Tambakkalisogo sendiri.
       Tindak lanjut dari hasil MDKP Khusus ini adalah TPU desa didampingi dengan KD, menyusun proposal pengajuan untuk usulan pelatihan pengolahan ikan bandeng dan mujaer, yang kemudian berlanjut pada proses verifikasi usulan oleh Tim Verifikasi, dan pada tahap MAD Penetapan 2013, usulan kelompok perempuan pun bisa terdanai, termasuk usulan kelompok perempuan desa Tambakkalisogo. 
           
Partisipasi kelompok perempuan pada saat kegiatan MDKP Khusus
Ibu Istin Aunah sebagai ketua kelompok dan sekaligus anggota kelompok pengusul mengatakan pada saat selesainya MAD Penetapan Usulan Kecamatan Jabon “ dengan terdanai dan terealisasi usulan pelatihan pengolahan ikan bandeng dan mujaer di desa Tambakkalisogo, diharapkan hasil olahan kelompok perempuan  desa Tambakkalisogo bisa menjadi ikon desa atau kecamatan, karena posisi desa yang strategis dengan lokasi dermaga Tlocor, apalagi sebagian   anggota/kelompok pengusul usulan pelatihan ikan bandeng ini adalah anggota kelompok SPP PNPM-MPd, diharapkan dengan anggota kelompok SPP, maka dana pinjaman SPP benar-benar akan menjadi modal kelompok untuk mengembangkan usaha pengolahan ikan bandeng dan mujaer nantinya “.
Dan dengan terdanainya usulan pelatihan, diharapkan ada kegiatan serupa di tahun mendatang yang bisa memberi inspirasi, meningkatkan partisipasi serta kesadaran untuk meningkatkan pendapatan ekonomi khususnya pada kelompok perempuan di desa dengan potensi yang ada di desa, khususnya di Kecamatan Jabon.
Jabon (Mei 2013)

Prinsip PNPM Mandiri Perdesaan :

1.Transparansi, 2.Keberpihakan pada Orang Miskin, 3.Partisipasi Masyarakat, 4.Prioritas Kebutuhan, 5.Kesetaraan Gender, 6.Akuntabilitas, 7.Keberlanjutan. Anda tengah berkunjung di Web Blog PNPM Mandiri Perdesaan Kabupaten Sidoarjo di www.pnpmsidoarjo.blogspot.com

Poll